Posted on

10+ Susunan Makalah dan Syarat Penulisannya

Makalah adalah suatu karya tulis ilmiah yang sudah tidak asing bagi berbagai kalangan akademisi. Memiliki struktur penulisan yang baku, tahukah Anda apa saja syarat yang harus dipenuhi? Agar tidak keliru dengan jenis karya ilmiah lainnya berikut ini akan dibahas mengenai beberapa syarat penulisan beserta susunan makalah tersebut secara rinci.

Syarat Penulisan Makalah yang Baik

Guna menuliskan suatu karya ilmiah yang tepat, Anda harus tahu terlebih dahulu persyaratan yang harus dipenuhi. Setidaknya ada lima hal, berikut penjelasannya untuk Anda simak bersama.

  1. Silakan fokus pada topik yang akan dibahas. Hal ini akan menjauhkan Anda dari pembahasan yang terlalu melebar.
  2. Mampu merepresentasikan maupun merefleksikan penulisan makalah secara luas dari sumber-sumber yang relevan.
  3. Menjelaskan isi secara runut dan berbasis ilmiah.
  4. Mencantumkan sumber informasi yang digunakan.
  5. Memakai bahasa yang baku.

Susunan Makalah yang Harus Diperhatikan

Dalam penyusunan makalah, selain terdapat persyaratan yang harus dilengkapi. Masih ada  pula hal yang harus Anda pahami, yakni berkenaan dengan susunan karya ilmiah tersebut. Secara garis besar ada empat susunan, berikut penjabarannya untuk Anda simak dengan saksama.

1. Judul

Pertama Anda harus membuat judul karya ilmiah yang dapat merepresentasikan keseluruhan topik yang akan dibahas. Tak harus panjang namun keterwakilan dari judul tersebutlah yang dijadikan acuan.

2. Pendahuluan

Selanjutnya Anda diharuskan untuk menyusun bab pendahuluan yang terdiri atas latar belakang, rumusan masalah, serta tujuan dan manfaat. Perlu Anda ketahui bahwa bagian ini merupakan dasar yang harus diperhatikan dengan baik, karena akan berkaitan dengan bab-bab setelahnya.

3. Isi

Menjawab bagian rumusan masalah di bab sebelumnya, Anda diminta untuk menjabarkan topik di bagian ini. Analisa data baik secara langsung di lapangan maupun sumber-sumber relevan menjadi hal utama yang harus Anda kuasai.

4. Kesimpulan

Bagian ini diharapkan berisi tak hanya sebatas kesimpulan atas apa yang tertulis di bab sebelumnya saja. Melainkan harus memuat implikasi yang bisa dipraktikkan secara nyata di kemudian hari atas telaah yang sudah dilakukan.

Contoh Latar Bekalang Makalah

Menjadi salah satu bagian yang penting dari sebuah makalah, latar belakang merupakan inti topik yang harus diperhatikan penyusunannya. Agar tidak salah sistematika penulisannya, berikut ini akan kami berikan contoh latar belakang masalah yang tepat.

Pendidikan diartikan sebagai suatu usaha atau kegiatan untuk mengembangkan potensi dan keterampilan diri meliputi, pengajaran keahlian khusus, pengetahuan, pertimbangan atau kebijaksanaan. Salah satu yang utama pada pendidikan adalah mengajarkan kebudayaan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Di era globalisasi saat ini, Indonesia harus melakukan reformasi dalam proses pendidikan. Situasi pendidikan yang lebih komprehensif akan lebih terarah, sehingga sebuah generasi dapat memfungsikan dirinya secara efektif dalam kehidupan masyarakat global. Pendidikan harus disusun guna memungkinkan para peserta didik mengembangkan potensi yang dimiliki secara alami dalam suasana penuh kebebasan, kebersamaan, dan rasa tanggung jawab.

Salah satu permasalahan di dunia pendidikan adalah anak kurang didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir. Otak anak dipaksa untuk mengingat berbagai macam informasi yang tidak disertai pemahaman informasi untuk menghubungkan dengan kehidupan sehari-hari. Pembelajaran dengan model seperti ini masih mengacu pada teori Tabula Rasa dari John Locke yang menyebutkan bahwa pikiran seorang anak adalah seperti kertas kosong yang putih dan siap menunggu coretan-coretan gurunya.

Nah itu dia penjelasan rinci terkait dengan hal-hal yang berhubungan dengan makalah serta contoh latar belakang masalah yang tepat. Guna mendapatkan tambahan informasi seputar hal tersebut silakan perbanyak referensi lain yang relevan. Semoga bermanfaat.

Posted on

Contoh Penggunaan Past Progressive Tense

Past progressive tense adalah sebuah tense untuk menjelaskan sesuatu yang sedang berlangsung di masa lalu hingga momen sekarang. Kalimat ini juga menjelaskan sesuatu yang sedang berlangsung di batasan waktu masa lalu. Tenses ini juga dikenal dengan nama past continuous tense.

Subjek kalimat menempatkan diri di masa lalu dan menjelaskan pekerjaan yang sedang berlangsung saat itu. Contohnya seperti kalimat “aku sedang makan saat itu” diterjemahkan menjadi “I was eating.”

Rumus Kalimat Past Progressive Tense

Rumus kalimat ini terbagi untuk kalimat affirmative, negative, dan interrogative. Berikut rumus lengkapnya.

Affirmative: Subject + was/were + present participle + O

Negative: Subject + was/were + not + present participle + O

Interrogative: Was/were + subject + present participle + O + ?

Penggunaan to be was dan were dibedakan berdasarkan subjeknya. Subjek tunggal seperti I, she, he, dan it diikuti oleh was, sedangkan subjek jamak we dan they serta subjek you menggunakan were.

Present participle mengacu pada verb bentuk pertama yang ditambahkan akhiran –ing untuk menyatakan kegiatan sedang berlangsung. Umumnya kata-kata kerja tinggal diberi akhiran –ing tanpa aturan lain. Namun untuk beberapa kata khusus, penambahannya tidak sekadar –ing.

Misalnya kata berakhir –e yang didahului huruf konsonan, maka penulisan dengan menghilangkan huruf –e baru ditambahan –ing. Contohnya kata coming, writing, dan lain sebagainya.

Untuk kata dengan satu suku kata, huruf terakhirnya diulang sebelum ditambahkan –ing, contohnya cutting, jogging, dan lain-lain. Masih banyak aturan lain yang harus diperhatikan agar tidak salah menulis.

Tense kalimat ini umumnya digunakan untuk menjelaskan tiga hal. Pertama untuk menyatakan sebuah aktivitas di masa lalu yang terganggu oleh hal lain. Contoh kalimatnya:

They were sleeping when the earthquake happened.

Fungsi kedua adalah untuk menjelaskan kejadian yang sedang berlangsung saat kejadian lain terjadi. Contoh penerapannya di kalimat sebagai berikut:

While he was sleeping, I painted the door.

Fungsi terakhir Past Progressive Tense yang biasa digunakan adalah menjelaskan dua kejadian yang terjadi bersamaan. Contohnya seperti kalimat di bawah ini:

I was cooking while he was doing the chores.

Kegiatan yang dijadikan keterangan penjelas kalimat juga menggunakan bentuk masa lalu karena past progressive tense menjelaskan kejadian di masa lampau. Bentuk kalimatnya bisa simple past tense atau past progressive tense juga, dengan verb bentuk ketiga atau past participle.

Contoh Kalimat Past Progressive Tense

Untuk membantu memahami bentuk kalimat ini, di bawah ini adalah tabel contoh kalimatnya dalam bentuk affirmative, negative, dan interrogative. Subject yang dipakai ada I, you, we/they, dan she/he/it.

Arti Affirmative Negative Interrogative
Aku sedang mengerjakan PR. I was doing homework. I was not doing homework. Was I doing homework?
Kamu sedang menonton film ketika hujan mulai turun. You were watching the movie when it started to rain. You weren’t watching the movie when it started to rain. Were you watching the movie when it started to rain?
Mereka sedang bermain, sementara kita memasak. They were playing while we were cooking. They weren’t playing while we were cooking. Were they playing while we were cooking?
Dia sedang menggambar sepanjang hari saat itu. She/ he was painting all day that time. She/ he was not painting all day that time. Was she/ he painting all day that time?

 

Secara singkat, past progressive tense adalah kalimat bahasa Inggris yang menunjukkan dua jenis kegiatan. Pertama kejadian yang sedang berlangsung dari masa hingga sekarang dan kedua, kejadian yang sedang berlangsung saat itu.

Untuk belajar dan paham bahasa Inggris, Anda bisa ke laman Inggrism yang menyediakan banyak pembahasan mulai dari listening, speaking, reading, dan writing.