Posted on

Barokah Silaturrahmi, Rezeki Menjadi Lapang

Sebagian orang dilanda kesusahan, sebagian lagi dipenuhi dengan kemudahan. Ketika mengalami kegundahan dalam urusan rezeki, perbaikilah ikatan dengan orang lain. Sebab, fadilah silaturahmi ini dapat meluaskan rezeki.

Masalahnya, terkadang orang terlupa dengan hal ini. Apalagi ketika sudah muncul penyakit kebencian. Kondisi ini memicu terputusnya hubungan antar manusia. Tidak mengecualikan siapa orangnya seperti keluarga.

Pemicunya bisa apa saja. Salah satunya berkaitan dengan harta. Karena ketakutan akan kefakiran membuat orang melakukan tindakan yang tidak terpuji. Contohnya dengan menghalalkan segala cara meskipun harus menempuh jalan seperti memutus hubungan.

Ketika ini dilakukan, keberkahan akan hilang. Pada saatnya nanti, orang tersebut akan kehilangan segalanya. Karena ini menjadi penyebab seretnya rezeki.

Pentingnya Menjaga Tali Silaturahmi

Sebaik-baik manusia ialah orang yang bermanfaat bagi orang lain. Ini tentunya menggambarkan bahwa manusia tidak lepas dari sebuah ikatan. Dicontohkan dengan saling menjaga hingga menolong antar sesama.

Eratnya hubungan membuatnya semakin kokoh. Ukhuwah Islam akan terjaga. Bahkan, tidak mudah terpecah meskipun diterpa oleh banyak prahara atau adu domba.

Hubungan ini tentunya mendapatkan Ridlo Ilahi. Khususnya ikatan yang saling memotivasi untuk menempuh jalan yang benar. Terlebih mau menolong dalam hal kebaikan.

Ikatan seperti ini bukan hanya sebatas hubungan pertemanan di dunia. Nyatanya, ini menjadi ikatan yang bakal membawanya pada keredaan hingga hari pembalasan.

Ketika ikatan ini terjaga, suasana akan terlihat dipenuhi keberkahan. Seseorang akan hidup dalam keadaan tenteram dan bahagia. Tentunya, memberi rasa aman dalam beribadah untuk selalu dekat dengan Allah.

Dasar Hadits Tentang Silaturahmi

Banyak sekali anjuran untuk menjaga hubungan silaturahmi. Anjuran ini berdasarkan pada Hadits nabi saw.

Salah satunya diriwayatkan oleh Imam Tabrani. Dari Ibnu Abbas ra, Rasulullah berkata bahwa sambunglah keluargamu meskipun hanya dengan salam.

Cerminan dari menyambung persaudaraan tidaklah sulit. Seseorang bisa melakukan apa pun demi alasan tersebut. Contohnya hanya melalui salam.

Salam merupakan bentuk sapaan yang berisi sebuah doa. Dipanjatkan secara sederhana, tetapi memiliki makna yang dalam.

Pelafalannya sangat ringan. Tidak memakan waktu, dan sangat baik meskipun hanya diucapkan sekilas ketika Anda melihatnya di berbagai acara.

Sapaan berisi doa ini pun sangat dihargai. Keluarga yang disapa akan merasa bahagia. Kebahagiaan inilah yang membuatnya ingin selalu membalas kebaikan. Bahkan, mau menolong ketika seseorang mengalami kesusahan.

Manfaat Menjaga Silaturahmi

Tidak dibenarkan seseorang memutus hubungan dengan orang lain. Bahkan, mendiamkan orang lebih dari 3 hari saja sebuah kesalahan fatal. Apalagi sampai memutus talinya dengan hal yang sepele.

Sebab, manusia itu makhluk sosial. Memiliki jiwa saling bersosialisasi untuk melakukan aktivitasnya. Terutama dalam menunjang kegiatan beribadah.

Banyak fadilah silaturahmi yang tentunya sangat menguntungkan. Salah satunya menjaga keharmonisan. Baik itu dalam keluarga besar, sahabat seiman dan lain sebagainya.

Salah satu keutamaannya ialah dapat melapangkan rezeki. Secara, hubungan ini membuat orang lain tidak sungkan untuk membantu. Apalagi, ikatan seperti ini telah mendapatkan keredaan Allah sehingga pertolongan tentu lebih cepat dan luar biasa.

Dalam Shohih Bukhori diterangkan bahwa Rasulullah bersabda jika siapa saja yang senang diluaskan rezekinya serta dipanjangkan usianya, maka hendaklah menyambung tali silaturahmi.

Beberapa ulama berpendapat bahwa panjangnya usia tidak luput dari keberkahan umur. Maksudnya, hidupnya di dunia memang telah dipergunakan sebagaimana mestinya. Yakni dalam ketaatan.

Akhirnya, keberkahan umur dan kelapangan rezeki tentunya tidak akan menyulitkan kehidupan di akhirat kelak. Itu semua merupakan bagian dari fadilah silaturahmi. Tentunya tanpa mengesampingkan keutamaan lainnya seperti diulas dalam wisata Nabawi.