Posted on

Panduan dan Cara Budidaya Ikan Cupang Terlengkap

Berawal dari ikan aduan, ternyata ikan cupang memiliki banyak jenis seperti aduan, hias, dan liar. Dari ketiga jenis tersebut, ikan cupang hias lah yang harganya paling mahal, bahkan mencapai Rp 3.000.000 per ekornya. Dengan mahalnya harga cupang, banyak orang yang mencari cara ternak ikan cupang untuk dijadikan ladang bisnis.

Cara budidaya ikan cupang ini sebenarnya cukup mudah dan tak jauh beda dari ikan lainnya. Tanpa berlama-lama lagi, mari kita bahas cara beternak ikan yang sedang viral berikut ini!

Cara Ternak Ikan Cupang

Untuk memulai bisnis ikan cupang, anda bisa mengikuti beberapa langkah budidaya ikan cupang berikut ini!

  1. Pilih Indukan dan Pejantan

Step pertama dalam budidaya ikan cupang adalah dengan memilih indukan dan pejantan. Usahakan anda memilih indukan dan pejantan yang telah siap kawin. Cupang betina yang siap kawin memiliki beberapa ciri. Antara lain perut buncit, warna tubuh kusam, bentuk badan bulat, gerakan melambat, dan telah berusia 4 bulan.

Sedangkan pejantan yang siap untuk kawin memiliki beberapa ciri. Antara lain gerakan agresif dan lincah, bentuk badan panjang, warna tubuh terang mencolok, dan telah berusia 8 bulan. Selain itu, usahakan kedua cupang tersebut memiliki ukuran tubuh yang hampir sama.

  1. Proses Pemijahan

Sebelum dipijah, anda harus melakukan proses pengenalan agar pejantan dan betina saling tertarik. Pengenalan ini dilakukan dengan cara menempatkan indukan dan pejantan pada wadah yang berbeda. Usahakan anda meletakan kedua wadah tersebut bersebelahan agar indukan dan betina terbiasa satu sama lain.

Dirasa saling tertarik, kini saatnya bagi anda untuk melakukan pemijahan. Proses ini dilakukan dengan cara menempatkan pejantan pada wadah berukuran 20 x 20 x 20 cm yang diisi air dengan kedalaman 10-15 cm. ketika mencapai birahi, pejantan akan mengeluarkan gelembung sebagai sarang untuk telur betina.

Setelah gelembung terbentuk, barulah anda memasukan ikan cupang betina. Kedua cupang tersebut, akan berpelukan erat agar menekan seluruh telur yang berada di dalam betina. Setelah menghasilkan telur, anda harus langsung mengeluarkan betina. Karena betina berisiko untuk memakan telurnya sendiri.

  1. Proses Penetasan

Berbeda dengan manusia, yang bertugas untuk merawat telur dan anakan ikan cupang adalah pejantan. Setelah indukan diangkat, pejantan akan dibiarkan pada wadah pemijahan selama 3-4 hari. sampai akhirnya telur ikan cupang menetas dan anakan ikan akan berenang ke permukaan. Setelah itu, barulah anda bisa memindahkan pejantan ikan cupang.

  1. Perawatan Anakan Cupang

Tugas untuk merawat anakan ikan cupang kini berpindah ke tangan anda sebagai pemiliknya. Agar pertumbuhan anakan ikan cupang maksimal, anda harus memenuhi kebutuhan pakan ikan cupang dengan baik. Berikan pakan yang bergizi dan bisa memenuhi kebutuhan nutrisi harian ikan cupang.

Usahakan anda memilih pakan ikan cupang yang alami seperti cacing darah, kutu air, atau jentik nyamuk. Namun jika sulit ditemukan, anda bisa menggantinya dengan pellet khusus ikan cupang. Untuk gizi tambahan, anda bisa memberinya vitamin khusus ikan.

  1. Jaga Kebersihan

Berada di dalam air, ikan cupang rentan terhadap penyakit dan jamur. Oleh karena itu, anda harus menjaga kebersihan wadah ikan cupang dengan baik. Bersihkan secara rutin tempat ikan, dan sering-seringlah untuk menjemur ikan cupang.

Selain itu, usahakan anda tidak memberi makan ikan cupang terlalu banyak. Sisa makanan tersebut justru akan mengotori wadah ikan cupang itu sendiri.

Nah, itulah ulasan lengkap mengenai panduan budidaya ikan cupang paling lengkap. Dengan mengikuti step-step di atas, dijamin anda bisa mendapatkan ikan cupang yang melimpah dan berkualitas.